Sel OtakSering saya dengar seorang teman bilang, “waduh Otak saya sudah penuh, otak saya sudah nggak mampu lagi”. Jika kita bicara soal kemampuan berfikir, tentu tidak bisa lepas dari masalah Otak kita. Namun jika cara pandang kita terhadap otak tak ubahnya sepeti ember air, maka itu cara pandang yang keliru. Pola pikir semacam ini yang harus kita rubah.

Ternyata otak manusia itu sangat luar biasa. Termasuk otak kita. Hanya kebanyakan manusia menggunakan cuman 1% dari otaknya. Baru tahu kan?? Apakah anda juga tahu bagaimana membuat otak kita cerdas?? Ikuti terus tulisan ini.

Ketika saya masih kerja di Jakarta, ada orang Korea yang sengaja di kontrak oleh perusahaan untuk jadi konsultan bagian manajemen produksi. Selama dua bulan di perusahaan, saya sempatkan untuk akrab dengan Beliau. Ya ngobrol, tanya sana-sini, kadang dia juga minta ditemenin begadang dihotelnya jika malam minggu.

Mr. Lee begitu saya memanggilnya. Pernah dia bercerita panjang mulai dari hobbynya memancing sampai bagaimana dia mulai berkarier hingga jadi konsultan berkelas Internasional. Nah, tiba pada satu pertanyaan khas saya jika bertemu orang “sukses” seperti Mr. Lee. Saya tanyakan apa resepnya biar bisa jadi orang pinter.

Dari pertanyaan ini pembicaraan jadi menyinggung juga masalah otak. “Our brain is almost the same” begitu katanya jika saya nggak salah denger. Yang artinya bahwa otak kita orang Indonesia dan orang Korea itu sama. Jika pola pikir saya waktu itu mengatakan bahwa orang Korea secara default lebih cerdas dari orang Indonesia. Ternyata hal itu diakui sendiri oleh orang Korea adalah salah.

Otak kita adalah sama. Mau orang Amerika, Jepang dan seluruh dunia adalah sama. Otak kita sama-sama mempunyai kapasitas yang besar bahkan tak terbatas. Dalam buku The Great Memory dikatakan bahwa jika setiap menit dimasukkan 10 informasi ke dalam otak manusia selama 100 tahun, maka otak manusia masih belum terisi separuhnya.

Ada sejumlah 1 triliyun neuron-neuron yang menyusun otak manusia. Konon kabarnya 1 neuron mempunyai kecepatan pemrosesan setara dengan 1 unit komputer tercanggih saat ini. Jika kita kenal ukuran Gigabyte pada kapasitas memory komputer, maka kapasitas otak manusia bisa mencapai 1000 terabyte.

Kapasitas yang sangat luar biasa. Bisa kita katakan bahwa tidak ada manusia “bodoh” dimuka bumi ini! Namun jika kita temukan istilah cerdas dan kurang cerdas pada manusia, maka masalahnya ada pada system retrieval (pencarian kembali) manusia yang berbeda. Orang cerdas berarti orang yang memiliki system retrieval yang baik. Biasanya hal ini ditandai dengan daya ingat yang baik. Itu saja….

Trus bagaimana cara agar system retrieval kita bagus?? Ibarat computer kita harus sering-sering menata ulang file-file di dalam memory kita. Agar letak antar file dalam otak saling berdekatan. Kadang kita sulit dalam mencari jawaban yang sebenernya pernah kita pelajari hanya karena letaknya di otak semrawut dan acak-acakan.

Jika pada computer kita kenal dengan istilah defragmentation (tool yang berfungsi menata kembali letak file-file dalam hardisk) maka pada otak manusia perlu juga dilakukan defragmantation. Yaitu dengan cara mengulang-ulang kembali materi pelajaran.

Sebenarnya kita semua mampu menerima materi pada saat belajar. Namun ada materi yang kita simpan di bumi dan ada materi yang terlempar ke bulan. Nah disnilah perlunya proses mengulang kembali pelajaran, yaitu untuk menarik kembali file-file yang terlempar ke bulan untuk di tarik kebumi. Agar berkas-berkas file dalam otak menempati tempat yang saling berdekatan. Agar neuron-neuron dalam otak mempunyai hubungan (neuron-connection) yang baik. Sehingga pada saat pencarian kembali, kerja otak akan lebih cepat.

Dan ini sesuai dengan yang dikatakan Adam Kho, bahwa orang yang cerdas adalah orang yang neuron-neuronnya saling tersambung (neuron-connection). Semakin banyak hubungan antarneuron, maka semakin cerdas kita dalam suatu bidang. Hal ini bisa kita artikan bahwa “kecerdasan itu bisa kita latih”.

Kebanyakan manusia menggunakan hanya 1% dari kemampuan otaknya. Dan orang-orang jenius menggunakan 3-5% kapasitas otaknya. Konon Albert Einstein menggunakan 5% dari kapasitas otaknya